PUASA…Tlah Tibaa… RAMADHAN Tlah Tibaa…
Assalamualaikum all…..
Dalam hitungan jam, hitungan hari, kita sudah memasuki bulan suci Ramadhan.
Sudah siapkah anda untuk menyambut bulan suci ini??
Sudah sucikah diri kita untuk mendekatkan diri dengan bulan penuh berkah ini??
Hmm… Pertanyaan yang gak perlu dijawab dengan perkataan verbal, cukup dilafalkan dalam hati, Apakah kita memang benar2 siap dalam menyambut Bulan Penuh Hikmah, Bulan Penuh Berkah, Bulan yang sangat dinanti2 oleh semua umat Muslim di seluruh dunia…??
Insyaallah, dengan niat dan doa dalam hati penuh keikhlasan dan penuh taubat, kita semua mampu mempersiapkan diri kita untuk bertemu dengan Bulan Ramadhan…
Bersihkan Hati dari segala macam PENYAKIT HATI yang selama hampir 11 bulan lamanya menggerogoti hati kita. Hingga kita mampu menjalankan bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan suci, sampai akhirnya mendapat KEMENANGAN di hari Raya Idul Fitri. Subhanallah……
Semoga waktu yang tersisa ini bisa kita manfaatkan sebaik2nya. Amin…
- from me n to -
*Saya selaku author web ini memohon maaf sebesar-besarnya kalo ada salah2 kata dan tulisan yang telah menyinggung beberapa pihak baik langsung maupun tidak langsung. Terucap MAAF dan TERIMAKASIH atas attentionnya. ^_^
…SELAMAT MENJALANKAN IBADAH BULAN RAMADHAN…
B.O.S.A.N
Terpenjara dalam kondisi yang membungkam.
Hanya layar di depanku yang dari tadi menatap tanpa kedip dan tumpukan kertas yang makin lama makin sesak untuk dipandang…

Huruf-huruf dan angka-angka ini mengajakku untuk terus memutar otak…
Tapi!!! Bagaikan alat elektronik saat mengalami Low Battery, ini terjadi juga dg My Brain…
Ohh… ya Allah… hanya Engkau Maha Tahu dan Maha Segalanya untuk menuntunku keluar dari rasa Bosan ini.
Ingatkan aku untuk selalu bersyukur pada Kuasa-Mu…
dan jauhkan aku dari perasaan mengeluh yang makin membuatku jauh dari Ilmu-Mu…
-from me n to-

Ajari Aku Tuk Bisa…
Ardian Martadinata – Ajari Aku
Ajari aku ’tuk bisa
Menjadi yang engkau cinta
Agar ku bisa memiliki rasa
Yang luar biasa untukku dan untukmu
Ku harap engkau mengerti
Akan semua yang ku pinta
Karena kau cahaya hidupku, malamku
‘tuk terangi jalan ku yang berliku
Hanya engkau yang bisa
Hanya engkau yang tahu
Hanya engkau yang mengerti, semua inginku
[ajari aku 'tuk bisa mencintaimu]
[ajari aku 'tuk bisa mengerti kamu]
Mungkinkah semua akan terjadi pada diriku
Hanya engkau yang tahu
Ajari aku ’tuk bisa mencintaimu
*from me n to :
buat seorang misterius yang jauh disana
menanti kedatanganmu untuk bersua
hingga waktu itu tiba…..
saat kau ajarkan aku tuk bisa….. ^_^v
Go BLOG di FaceBook yuukkkk……
Situs jejaring sosial dan blog merupakan fasilitas di Internet yang saling terkait. Situs jejaring sosial menjadi alat untuk saling menghubungkan diri dengan kerabat, sementara blog
merupakan media untuk menyalurkan segala ide, pendapat, atau apapun yang ada di benak Anda. Keduanya saling terkait karena dengan menggabungkan keduanya, Anda bisa mempublikasikan pendapat atau pikiran Anda ke rekan-rekan.
Dengan Simplaris Blogcast, Anda bisa mempublikasikan blog Anda ke Facebook. Inilah cara menggunakannya:
1. Buka browser, akses Facebook, dan login ke akun Anda.
2. Di kolom pencarian di pojok kanan atas halaman utama akun Anda, ketikkan “simplaris blogcast”.
3. Setelah aplikasi ditemukan, klik link nama aplikasi.
4. Di halaman utama aplikasi, klik tombol Go to Application/Ke Aplikasi.
5. Masukkan alamat feed blog Anda di kolom Blog Feed URL.
6. Lanjutkan dengan mengklik tombol Lets Blogcast.
7. Setelah tombol Lets Blogcast! Ditekan, akan muncul tampilan tanpa ada isi feed atau artikel. Silakan klik link update. Blogcast akan memeriksa isi blog Anda.
8. Untuk melakukan pengaturan, masuklah ke menu Settings. Di menu Settings ini Anda dapat mengatur apakah update akan dilakukan secara otomatis atau tidak, juga dapat dilakukan pengaturan nama blog, panjang post yang ditampilkan, dan sebagainya.
9. Tekan Save untuk menyimpan seting yang telah Anda atur. Kini halaman Facebook Anda akan diisi dengan postingan-postingan yang Anda buat di blog.
Sumber: PCplus
Bersahabat dengan Cowok via Internet
Penanya :
Assalamualaikum Wr. Wb.
Aku adalah seorang gadis yang sudah berumur dua puluh enam tahun. Selama ini aku belum menemukan seorang teman. Dan aku mulai menjalin persahabatan lewat internet. Ini adalah pertama kali aku berteman dengan cowok. Akan tetapi, aku sangat membutuhkan persahabatan ini. Dengan persahabatan ini aku merasa bahwa mereka seperti saudara-saudaraku sendiri. Terkadang aku menceritakan masalahku kepadanya. Mereka juga memperlakukanku dengan bentuk sama. Namun, aku merasa bahwa pembicaraan dengan cowok adalah sebuah kesalahan dan aib. Tapi, pada waktu lain aku merasa bahwa hal itu biasa-biasa saja. Aku tidak tahu, apakah ini salah ataukan benar… haram ataukah halal??
Najla Mahfudz :
Diantara bentuk hubungan yang paling membahayakan adalah persahabatan lewat internet. Dan permasalahan ini yang sering kita dengar saat-saat ini, yaitu disebabkan hubungan antara cowok dan cewek lewat internet. Kebanyakan pihak gadis merasa sangat enjoy dan menceritakan semua kisah hidupnya kepada seorang laki-laki itu kecuali identitas diri yang disampaikan kepada si gadis. Jelas, pihak laki-laki mempunyai kesempatan yang selebar-lebarnya untuk memperkenalkan dirinya sebaik mungkin untuk menarik perhatian si gadis dan memikat hatinya. Dan bagi si cowok, segala hal mungkin diberikan kepada si gadis. Yaitu, memahaminya, mendengarkan keluhan-keluhannya dengan baik, menghargai perasaannya, dan menjauhi segala sesuatu yang menyakiti hatinya. Hal ini membuat si gadis bertekuk lutu di hadapannya. Bahkan, si gadis akan menempatkan cowok ini number one dalam hidupnya. Dan sedikit demi sedikit, si gadis
memberikan kepercayaan kepadanya. Akhirnya, si gadis kaget bukan kepalang, karena dirinya disia-siakan oleh orang yang dianggap sebagai HERO-nya, sikapnya sudah tidak seperti yang dulu, bahkan tak jarang dia harus menelan pil pahit karena ucapannya, sebagaimana yang banyak dialamu oleh para gadis, dan mereka menceritakannya kepada saya.
Sungguh, saya selalu berpesan kepada para gadis agar hubungan mereka dengan para cowok dalam batas-batas berteman, tidak lebih. Dan jangan sekali-kali membuka titik kelemahannya atau permasalahan hidupnya kepada cowok siapapun, sehingga mereka tidak mempermainkannya.
Bentuk persahabatan seperti ini adalah sesuatu yang langka. Kecuali jika dari persahabatan tersebut pihak gadis mendapatkan kepuasan emosional.
Memang, si cowok akan berusaha untuk membahagiakan si cewek. Bahkan, jika si cewek sudah ditunang orang lain maka dia akan bersikap sangat bijak dan sebaik mungkin. Karena si cewek akan membandingkan dirinya dengan orang yang sudah meminangnya. Tentu, nasib baik tidak berpihak kepada orang yang sudah meminangnya, karena dia tidak memiliki kepiawaian meracik kata dan kepandaian berinteraksi dengan para cewek, sebagaimana cowok profesional yang sering bercengkerama dengan para gadis dan mencuri impiannya via internet. Padahal, ketika mereka ingin menikah maka mereka akan memilih gadis yang dijamin tidak pernah ngobrol dengan orang-orang asing.
Lebih-lebih, penyandaran diri terhadap persahabatan maya ini akan melemahkan kemampuanmu untuk menghadapi kenyataan hidup yang sebenarnya. Juga akan mengurangi interaksi positif bersama orang-orang yang ada di sekitarmu. Dengan kata lain, ia akan membawamu pada perkara negatif yang berantai. Dan sudah diketahui bersama bahwa berbicara yang berlebih-lebihan dengan laki-laki yang bukan mahramnya adalah haram secara agama. Di samping itu, masyarakat tidak merestui bentuk persahabatan ini. Mereka telah menganggap bahwa bentuk persahabatan ini merendahkan martabat seorang wanita, karena berada pada daerah yang remang-remang.
Oleh karena itu, saya berharap agar kamu membandingkan antara manfaat positif dan negatifnya. Dan saya yakin, kamu akan mengambil pilihan yang terbaik. Maka, saya mengucapkan selamat kepadamu.
Taked from : LA TAHZAN for Unmarried by Najla Mahfuzh
B.E.R.H.E.N.T.I
aku hentikan lariku
puas aku dengan langkahku
berhenti sejenak
hembus nafas meledak
tak kuasa ku untuk tersenyum
hirauku pun rapuh
ada kau disana
menatap acuh tak tahu
Ku lanjutkan perjalanan
singgah di peraduan
kembali…
ada kau disana
tersenyum sendu meraba
ingin ku lanjutkan lariku
kejar kau…
tapi ku terkulai
degup hati kencang mendobrak
tapi tak sanggup bergerak
kembali…
ada kau disana
tersenyum indah dalam malamku
![]()
–from n to–
Perempuan, Lebih Kuat dari Pria
JAKARTA, KOMPAS.com –
Selama ini wanita selalu diidentikan sebagai kaum yang lemah, kaum yang tidak mempunyai daya tawar lebih. Tak jarang kaum wanita dipandang sebelah mata oleh kaum pria. Padahal wanita justru lebih kuat dibanding laki-laki “Saya melihat dari pengalaman keluarga saya sendiri, ayah saya menikah tiga kali.
Ia tidak mampu mengurusi keluarga setelah istrinya meninggal,” terang Samuel Mulia, Seorang Brand Consultan dari beberapa media terkemuka saat ditemui usai peluncuran buku Heart in Side The Heart Susahnya Menyatukan Dua Hati, di Jakarta, Kamis (23/4). Setelah pemakaman, lanjut Sam, sang ayah tidak dapat mengurusi hal-hal kecil seperti mengurus anak, ataupun membayar tagihan listrik dan telepon.
“Kalau perempuan ditinggal oleh suaminya, yang paling menjadi masalah adalah ekonomi, tapi kalau suami yang ditinggal bisa kacau semuanya. Tak heran banyak duda yang menikah lagi,” ujar Sam. Selain itu, lanjut Sam, sang suami akan mengalami banyak kesulitan dalam memecahkan berbagai masalah karena selama ini saat istri adalah tempat mengadu bagi suaminya, “Bahkan seorang kepala negara pun yang tampak gagah dari luar akan mengadu pada istri mereka. Tak heran kalau ada istilah dibalik pria yang kuat terdapat perempuan yang hebat,” imbuhnya.

Ia juga mencontohkan kekuatan yang dipunyai perempuan terlihat saat ia mengandung. Selama sembilan bulan,
seorang perempuan harus membawa beban kemana pun ia pergi. Belum lagi harus merasakan sakit saat melahirkan. Setelah menjadi seorang ibu, perempuan masih harus repot mengurus sang anak. Sayang, kekuatan yang dimiliki belum digunakan maksimal oleh para perempuan.
Menurutnya para perempuan belum percaya diri dengan kekuatan yang ada. Selain itu, faktor dominasi laki-laki juga menghambat perempuan untuk menunjukan kekuatannya. Selanjutnya pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini berpendapat laki-laki adalah makhluk yang egois, dan mempolitisir wanita untuk dijadikan kaum yang dilemahkan. “Saat Adam tertangkap makan buah dari surga, ia justru menyalahkan hawa,” kata dia.
Ia juga mencontohkan laki-laki akan dianggap hebat jika ia menjadi playboy, namun jika wanita menjadi play girl masyarakat justru mencibir.
- RDI -
- Nothing Wrong -
Petualang logika selusur belantara misteri hati
Tak prnah ditemukannya satu kata ‘SEMPURNA‘
Cuma satu kata ‘DIAM’ yg bs ungkap ribuan tanya d kepala!!
-from me n to- (09:02,090222)
Kala Kuterbaring, S.A.K.I.T.
Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku t’jatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah,aku di sini…
Yg cm ingin diam, duduk di tmpatku
Menanti seorang yg biasa saja
Sgelas air di tangannya,
kala kuterbaring…sakit
Yg sudi dkat, mndekap tanganku
Mencari teduhnya dlm mataku
Dan b’bisik:
‘pandang aku,kau tak sndiri,oh dewiku…’
Dan demi Tuhan, hnya itulah yg itu saja kuinginkan

Menentang mlam,tanpa bimbang lg
Demi satu dewi yg lelah brmimpi
Dan b’bisik :
’selamat tidur, tak perlu b’mimpi b’samaku…’
Wahai Tuhan, jgn blg lg itu tlalu tinggi.
-Rectoverso,Dee-
B.I.C.A.R.A.L.A.H
Layar didepanku bergerak terus menerus
menampilkan berbagai macam tulisan dan angka yang tertangkap oleh indera mataku
Di setiap katanya…
coba aku pahami maksudnya
Di setiap kalimatnya…
coba aku mengerti artinya
tapi aku semakin tak tahu
apa yang sedang dan sudah aku kerjakan saat ini
karna,,
otakku entah sedang berjalan kemana
pikiranku bercanda dengan semua rencana yang entah kapan terealisasikan
pikiranku bergumam “kapan?? kapan?? kapan??”
pikiranku tertawa “tenang…tenang…tenang…”

pikiranku memaksa : B.I.C.A.R.A.L.A.H :
sampai kapan terdiam??
sampai kapan terdiam??
B.I.C.A.R.A.L.A.H.!!!
layar di depanku sudah penuh terisi kata dan angka yang makin makin makin tak aku mengerti
pffhhh….
aku hanya ingin kau B.I.C.A.R.A
— from n to —
